Dulu distigma, kini Raya mantab berwirausaha

Raya , 28 tahun bukan nama sebenarnya adalah salah seorang dari 80 pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPPKS) Balai Rehabilitasi Sosial ODH ‘Wasana Bahagia’ Ternate yang mengikuti program Atensi berbasis Residensial pada tahun 2020.

blank

Raya merupakan ibu muda dengan hiv yang memiliki seorang bayi perempuan berumur 6 bulan. Raya tertular hiv dari suaminya. Ia mengetahui status HIV nya ketika hendak melahirkan putrinya. Raya dirujuk oleh LKS Rumah Beta Ambon untuk mengikuti Atensi berbasis Residensial di Balai Wasana Bahagia Ternate pada bulan Februari tahun 2020.

Raya merupakan salah satu contoh perempuan dengan HIV yang tangguh. Berbekal bantuan kewirausahaan yang ia terima dari balai, kini ia memutuskan untuk berwirausaha dengan membuka warung kecil didepan rumahnya.

blank

Sambil mengasuh buah hatiya ia menjual berbagai macam jajanan anak, popok bayi, sabun mandi hingga sembako. Meskipun belum banyak jenis barang yang ia jual, menurut Raya hasil yang ia dapatkan dari warung tersebut lumayan untuk menambah pemasukan keluarganya.

” Disaat rame katong biasa dapa 400 ribu rupiah dalam satu bulan, lumayan membantu kita pe suami yang hanya baojek ” ujar Raya. Menurutnya ia bersyukur bisa bertemu dengan sesama odha di Balai Wasana Bahagia Ternate. Semangat yang dulu pernah padam kini kembali ketika ia menyadari bahwa ia tidak sendiri.

“Anak dan suami yang jadi sumber kekuatan saya” ujar Raya. “Pokoknya rajin minum ARV , makan cukup dan istirahat” pungkas Raya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *